Jazirah Arab adalah fondasi pijakan Islam dan kaum muslimin. Sehingga Negara-negara Arab sering di identifikasikan dengan Negara Islam. Namun realitanya justru menampilkan perilaku yang anti Islam dan umat Islam. Tentu orang sulit mempercayai pernyataan ini sebab logika sehat tidak membenarkan adanya kenyataan yang kontradiktif dengan harapan. Menelusuri realita semacam ini perlu kita menyimak agak sedikit mendalam tentang sebab-sebab latarbelakang kenyataan yang tragis ini.
Tragedi pembantaian rakyat Palestina di Jalur Gaza sejak 27 Desember 2008 oleh Zionis Israel telah membuka kotak pandora konspirasi terhadap Islam dan kaum muslimin oleh Trio Poros Setan yaitu Zionis Israel, Negara Amerika dan Barat serta penguasa-penguasa Negara Arab utamanya Saudi Arabia dan Mesir.
Konspirasi mengenyahkan Islam dari Madinah oleh Yahudi dan golongan musyrik Arab Quraisy telah terjadi pada masa Rasulullah Saw, sebagaimana diabadikan dalam Al-Quran surah Al-Hasyr (surah 59) ayat 2.
“Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan.”
Diriwayatkan bahwa setelah kekalahan pasukan Islam pada perang Uhud (tahun ketiga Hijriyah), Yahudi bani Nadhir yang telah mengadakan perjanjian damai pasca perang Badr mulai bertingkah. Seorang pentolan Yahudi Madinah bernama Ka’ab al-Asyraf menemui tokoh-tokoh kafir Qurais Makkah untuk membicarakan usaha pengusiran Rassulullah Saw dan sahabatnya dari Madinah. Mereka bekerjasama melakukan pengepungan kota Madinah dari berbagai penjuru. Dibentuklah jaringan konspirasi gabungan Poros Setan yang terdiri dari pasukan kafir Quraisy, qabilah-qabilah Arab pendukung mereka dan Yahudi bani Nadhir yang tinggal di sebelah utara Madinah. Peristiwa ini terjadi pada tahun 5 Hijriyah.
Namun sial bagi si pentolan Yahudi bani Nadhir yang bernama Ka’ab al-Asyraf karena perjanjian rahasia mereka dibongkar oleh Nabi Saw melalui informasi wahyu. Sehingga Nabi memerintahkan kepada salah seorang sahabatnya yang bernama Muhammad bin Maslamah untuk membunuh Ka’ab secara rahasia, dan berhasil.
Episode Konspirasi Modern
Tayangan sejarah 15 abad yang lalu itu nampaknya terulang kembali dalam formasi yang sama tetapi lokasinya berbeda. Poros setannya kali ini adalah Zionis Israel, Kerajaan Saudi dan Mesir serta tuan besar keduanya yaitu Amerika. Kalau dahulu qabilah-qabilah bangsa Arab pendukung kafir Quraisy sebagai bawahan mereka, sekarang si kafir Amerika menjadi tuan besar bagi Kerajaan Saudi dan Mesir. Target sasaran tembaknya sama yaitu Islam dan umatnya.
Konspirator Yahudi bani Nadhir dengan kafir Quraisy Mekah memiliki persenjataan dan benteng yang sangat kokoh di Madinah, sehingga membuat kaum muslimin merasa tidak berdaya menghadapinya. Ketika itu golongan Yahudi sangat congkak dan membanggakan diri sebagai kekuatan yang tak terkalahkan, sekalipun berhadapan dengan Tuhan. Kecongkaan mereka ini difirmankan Allah dalam Qs. Al-Hasyr, 59:2 di atas.
Poros Setan Zionis Israel dan Amerika sekarang ini pun menunjukkan kecongkaan dalam menghadapi lawan-lawannya, seperti yang terjadi di Iraq dan Afghanistan. Apalagi menghadapi Hammas di Gaza, yang dianggap lebih lemah dan lebih kompleks persoalannya. Namun, kenyataan yang menimpa Poros Setan Yahudi bani Nadhir, kaum Quraisy Mekah, dan para pendukungnya ditayangkan dalam Al-Qur’an Qs. Al-Hasyr 59: ayat 2 – 5, yaitu mereka terkalahkan dengan hina oleh tangan-tangan kaum mukmin dengan izin Allah Swt.
Pada zaman modern ini kaum muslimin sangat jauh ketinggalan kemampuan perangnya dibanding Trio poros setan Zionis Israel, AS dan sekutunya serta Saudi dan Mesir. Pentolan konspirator ingin menghilangkan peta Negara Islam Palestina dari muka bumi sebagaimana keinginan Trio poros setan 15 abad yang lalu. Yaitu, mengenyahkan Islam dan kaum Muslimin dari Madinah al-Munawwarah. Dalam keadaan sangat mencekam dan nyaris memusnahklan kaum Muslim, tanpa diduga Allah Swt memenuhi janji-Nya untuk melindungi Islam dan kaum Muslim dari kemusnahan akibat agresi Trio setan ini.
Sungguh jaminan Allah Swt yang pernah diberikan kepada Rasul Saw dan para sahabatnya tetap akan berlaku sampai hari kiamat bagi kaum Muslim dimanapun berada dalam menghadapi trio-trio setan modern atau super modern. Maka menghadapi peristiwa agresi Zionis Israel di Jalur Gaza, kaum Muslimin wajib memiliki keyakinan penuh dan optimis akan datangya pertolongan Allah yang tidak pernah digambarkan oleh akal manusia sebagaimana tersebut pada awal surat Al-Hasyr di atas.
Dalam hal ini, bagi kaum Muslim tidak ada waktu untuk berputus asa, dan tidak ada alasan untuk dikuasai rasa kalah dalam menghadapi kekuatan-kekuatan super caggih trio setan dimana saja dan kapan saja. Bangkitlah, kita punya Allah yang menjadi sandaran dan tempat bergantung dalam situasi dan keadaan apapun. Wahai kaum Muslimin, tetaplah kalian bangkit dengan harapan, teguh dalam keyakinan dan maju pantang mundur menghadapi segala tipu daya trio setan terhadap kita. Kita memiliki harapan kepada Allah, sedang mereka tidak punya harapan kepada Tuhan mereka. Perkayalah diri kita dengan do’a, tawakkal dan sikap optimis sehingga kita tidak lemah menyongsong tantangan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya!
Tragedi pembantaian rakyat Palestina di Jalur Gaza sejak 27 Desember 2008 oleh Zionis Israel telah membuka kotak pandora konspirasi terhadap Islam dan kaum muslimin oleh Trio Poros Setan yaitu Zionis Israel, Negara Amerika dan Barat serta penguasa-penguasa Negara Arab utamanya Saudi Arabia dan Mesir.
Konspirasi mengenyahkan Islam dari Madinah oleh Yahudi dan golongan musyrik Arab Quraisy telah terjadi pada masa Rasulullah Saw, sebagaimana diabadikan dalam Al-Quran surah Al-Hasyr (surah 59) ayat 2.
“Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan.”
Diriwayatkan bahwa setelah kekalahan pasukan Islam pada perang Uhud (tahun ketiga Hijriyah), Yahudi bani Nadhir yang telah mengadakan perjanjian damai pasca perang Badr mulai bertingkah. Seorang pentolan Yahudi Madinah bernama Ka’ab al-Asyraf menemui tokoh-tokoh kafir Qurais Makkah untuk membicarakan usaha pengusiran Rassulullah Saw dan sahabatnya dari Madinah. Mereka bekerjasama melakukan pengepungan kota Madinah dari berbagai penjuru. Dibentuklah jaringan konspirasi gabungan Poros Setan yang terdiri dari pasukan kafir Quraisy, qabilah-qabilah Arab pendukung mereka dan Yahudi bani Nadhir yang tinggal di sebelah utara Madinah. Peristiwa ini terjadi pada tahun 5 Hijriyah.
Namun sial bagi si pentolan Yahudi bani Nadhir yang bernama Ka’ab al-Asyraf karena perjanjian rahasia mereka dibongkar oleh Nabi Saw melalui informasi wahyu. Sehingga Nabi memerintahkan kepada salah seorang sahabatnya yang bernama Muhammad bin Maslamah untuk membunuh Ka’ab secara rahasia, dan berhasil.
Episode Konspirasi Modern
Tayangan sejarah 15 abad yang lalu itu nampaknya terulang kembali dalam formasi yang sama tetapi lokasinya berbeda. Poros setannya kali ini adalah Zionis Israel, Kerajaan Saudi dan Mesir serta tuan besar keduanya yaitu Amerika. Kalau dahulu qabilah-qabilah bangsa Arab pendukung kafir Quraisy sebagai bawahan mereka, sekarang si kafir Amerika menjadi tuan besar bagi Kerajaan Saudi dan Mesir. Target sasaran tembaknya sama yaitu Islam dan umatnya.
Konspirator Yahudi bani Nadhir dengan kafir Quraisy Mekah memiliki persenjataan dan benteng yang sangat kokoh di Madinah, sehingga membuat kaum muslimin merasa tidak berdaya menghadapinya. Ketika itu golongan Yahudi sangat congkak dan membanggakan diri sebagai kekuatan yang tak terkalahkan, sekalipun berhadapan dengan Tuhan. Kecongkaan mereka ini difirmankan Allah dalam Qs. Al-Hasyr, 59:2 di atas.
Poros Setan Zionis Israel dan Amerika sekarang ini pun menunjukkan kecongkaan dalam menghadapi lawan-lawannya, seperti yang terjadi di Iraq dan Afghanistan. Apalagi menghadapi Hammas di Gaza, yang dianggap lebih lemah dan lebih kompleks persoalannya. Namun, kenyataan yang menimpa Poros Setan Yahudi bani Nadhir, kaum Quraisy Mekah, dan para pendukungnya ditayangkan dalam Al-Qur’an Qs. Al-Hasyr 59: ayat 2 – 5, yaitu mereka terkalahkan dengan hina oleh tangan-tangan kaum mukmin dengan izin Allah Swt.
Pada zaman modern ini kaum muslimin sangat jauh ketinggalan kemampuan perangnya dibanding Trio poros setan Zionis Israel, AS dan sekutunya serta Saudi dan Mesir. Pentolan konspirator ingin menghilangkan peta Negara Islam Palestina dari muka bumi sebagaimana keinginan Trio poros setan 15 abad yang lalu. Yaitu, mengenyahkan Islam dan kaum Muslimin dari Madinah al-Munawwarah. Dalam keadaan sangat mencekam dan nyaris memusnahklan kaum Muslim, tanpa diduga Allah Swt memenuhi janji-Nya untuk melindungi Islam dan kaum Muslim dari kemusnahan akibat agresi Trio setan ini.
Sungguh jaminan Allah Swt yang pernah diberikan kepada Rasul Saw dan para sahabatnya tetap akan berlaku sampai hari kiamat bagi kaum Muslim dimanapun berada dalam menghadapi trio-trio setan modern atau super modern. Maka menghadapi peristiwa agresi Zionis Israel di Jalur Gaza, kaum Muslimin wajib memiliki keyakinan penuh dan optimis akan datangya pertolongan Allah yang tidak pernah digambarkan oleh akal manusia sebagaimana tersebut pada awal surat Al-Hasyr di atas.
Dalam hal ini, bagi kaum Muslim tidak ada waktu untuk berputus asa, dan tidak ada alasan untuk dikuasai rasa kalah dalam menghadapi kekuatan-kekuatan super caggih trio setan dimana saja dan kapan saja. Bangkitlah, kita punya Allah yang menjadi sandaran dan tempat bergantung dalam situasi dan keadaan apapun. Wahai kaum Muslimin, tetaplah kalian bangkit dengan harapan, teguh dalam keyakinan dan maju pantang mundur menghadapi segala tipu daya trio setan terhadap kita. Kita memiliki harapan kepada Allah, sedang mereka tidak punya harapan kepada Tuhan mereka. Perkayalah diri kita dengan do’a, tawakkal dan sikap optimis sehingga kita tidak lemah menyongsong tantangan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar